Parabek– sebanyak 32 orang santri dan santriwati Diniyyah Pasia ikut menyemarakkan kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati hari jadi Ikatan Pelajar Sumatera Thawalib (IPST) Parabek, Sabtu, 22 Februari 2020. 15 orang santri dan 17 orang santriwati diturunkan untuk berkompetisi dalam ajang perlombaan yang diusung IPST Parabek. Mereka mengikuti berbagai cabang perlombaan, seperti cerdas cermat bahasa Arab dan Inggris, kaligrafi, MSQ, MTQ dan masih banyak lagi perlombaan lainnya.

Ustadzah Nofri Yeni, MMLS. yang turut serta mendamping santri/wati PPM. Diniyyah Pasia menyebutkan bahwa kegiatan yang diikuti ini adalah perlombaan untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat. Ada begitu banyak peserta yang hadir dan ikut serta dalam perlombaan ini, SMP, SMA, MTs, MA. dan Pesantren semua ada. Alhamdulillah santri dan santriwati PPM. Diniyyah Pasia sangat kompetitif dan dalam beberapa cabang lomba, mereka berhasil meraih juara, 1, 2, 3 dan harapan 1, 2 serta 3.

Anak-anak sangat kompetitif. diantara mereka ada yang ikut cabang lomba Cerdas Cermat, MSQ, tahfiz, MSQ dan kaligrafi dan masih banyak yang lainnya. Khusus untuk cabang lomba cerdas cermat bahasa arab, kami turunkan 2 kelompok, 1 Pa dan 1 Pi. Sedangkan cerdas cermat berbahasa inggris, kami menurunkan 1 kelompok saja yang diwakili oleh santri putra yang Alhamdulillah mereka juara harapan 2. (ustadizah Nofri Yeni, MMLS.)

Ada cerita menarik saat perlombaan cerdas cermat berbahasa Arab berlangsung. Pada babak semi final, kelompok cerdas cermat berbahasa Arab putra dan kelompok cerdas cermat bahasa Arab putri harus bertemu untuk menentukan siapa yang harus masuk ke final. pertemuan ini sekaligus membuktikan bahwa kemampuan berbahasa Arab santri dan santriwati termasuk yang diunggulkan. Alhasil, walaupun sempat bertemu di semi final, kelompok cerdas cermat putri PPM. Diniyyah Pasia harus mengakui kehebatan kelompok cerdas cermat putra PPM. Diniyyah Pasia yang berhasil melangkah ke babak final dan akhirnya berhasil meraih podium ke-3.

kelompok cerdas cermat berbahasa Inggris putra PPM. Diniyyah Pasia tidak kalah menonjol dari kelompok CC berbahasa Arab. Kelompok CC bahasa Inggris, walaupun mengalami begitu banyak rintangan, akhirnya mampu meraih juara sebagai harapan 2.

Masih banyak perolehan yang didapat oleh 32 santri dan santriwati dalam milad IPST Parabek kali ini, yaitu:

  1. Juara 1 religion olympiade oleh Kanesya Latifa
  2. Harapan 1 religion olympiade oleh Muhammad Hafiz Al Fajri
  3. Juara 3 Cerdas Cermat Bahasa Arab oleh Afif Reksa Kurnia, Ahmad Sulthoni, dan Abdul Hakim
  4. Harapan 2 Kaligrafi oleh Abdillah Harta Pramulia
  5. Harapan 2 Cerdas Cermat Bahasa Inggris oleh Hakkan El Barca, Hafiz Al Mubarak, Kahlil Ridha
  6. Juara 2 Tahfiz 3 Juz oleh Raihana Hamdani
  7. Harapan 3 MQK wustha oleh Najib Al Husaini
  8. Harapan 2 MQK Wustha oleh Alya Asila
  9. Harapan 3 MSQ TK. Tsanawiyah oleh A’liyah Barakatullah, Zara Zafira dan Pratiwi Andali
  10. harapan 2 MTQ Tsanawiyyah oleh Mumtaza Althavani

Ustadzah Nofri Yeni, MMLS.

IPST juga mengadakan¬† perlombaan menulis Esai. Ustadzah Nofri Yeni, MMLS salah satu pendidik PPM. Diniyyah Pasia berhasil menjadi juara harapan 1 dalam penulisan karangan ilmiah dengan judul esai ‘Eksistensi Santri dalam Usaha Menuju Indonesia yang Damai. Beliau (Ustadzah Nofri Yeni) di dalam esainya memberikan pendapat bahwa santri/santriwati pada zaman ini harus menyaring segala informasi yang mereka terima dari siapapun, termasuk informasi dari ustadz/kiyai yang informasi itu dimungkinkan dapat keliru. Santri harus kritis, berilmu sehingga tidak mudah dibohongi atau mendapat informasi hoax yang dapat merusak diri dan lingkungan sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan kedamaian. Artinya, jadi santri itu harus cerdas.

Tinggalkan Balasan